Lentera Refleksi di Bulan Kitab Suci
Lentera ku makin hari makin padam,
Jalan ku makin hari makin sepi,
Peta CeritaKu makin hari mulai Suram,
Bahkan puisi masihkah aku ingin didengar
Agar aku terbaca oleh massa
Agar aku didengar oleh dunia
Kesenangan makin meraja di alam Impian
Suatu hari, aku berdiam di kamar berantakan
Berserakan abu rokok dan Sampah,
Asap menggebu abu dan debu bertaburan kemana mana
Engkau pertemukan aku pada selembar kertas, bertuliskan "Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup"
Aku bertanya tanya pada diriku sendiri
Apakah aku masih Pantas,
Apa arti perkataan ini,
Lalu...
Perlahan Kamar berserakan penuh sampah itu ku rapikan,
Aku di pertemukan dengan Buku kecil berwarna Putih,
Kitab Suci..
Ku abaikan namun hanya itu yang tersisa di kamarku,
Buku yang lain sudah dimakan Tikus...
Perlahan ku buka dengan hati hati,
Dalam bait ayat Suci engkau berfirman,
Yang lemah letih lesu
Datanglah Padaku akan ku legakan Dirimu
Dalam bait ayat Suci engkau berfirman
Barangsiapa meninggikan diri derendahkan
Dan barang siapa merendahkan diri di tinggikan
Dalam bait ayat suci engkau berfirman
Jikalau engkau mengikuti aku,
Engkau harus menyangkal diri Mu,
Engkau akan dihina dibenci dicaci Maki
Oleh Karena Nama Ku..
Tuhan....
Aku takut melihat cahaya dalam Nama Mu
Menyebut Nama Mu
Sungguh aku benar takut adanya
Takut segala yang ku ucapkan
Bukan meninggikan Nama Mu
Malah meninggalkan Mu
Takut membuat Mu kecewa
Oleh karena ketamakan sifat Manusiawi Ku...
Adakah waktu untukku untuk Kembali ke Jalan Mu
Aku berdosa Tuhan
Telah pergi Jauh dari segala perintah Mu
Aku berdosa Tuhan
Telah menikmati Materi
Dan meremehkan Rohani dan religi
Tuhan...
Apakah masih ada waktu...
Apakah masih ada kompas untuk kembali
Ke Firman Mu yang agung...
Tuhan...
Maaf.
Aku hanyalah Manusia tak sempurna
Izinkan aku menjadi lelaki berguna bagi sesama Ku
Izinkan aku menggunakan Pikiran ini, bermanfaat bagi yang lain
Izinkan aku berbuat kebaikan,
Karena aku hanyalah Pendosa.

Oeehhh mntyappp e
BalasHapusSy suka...
Makasih kk Diakon
Hapus