"Ghost Speak in My head"
Episode 2 :
Ya itulah potret hasil dari pengambilan foto sang reporter, Raisa, tiap kali melihat kondisi keberadaan rumah itu dan menyelami suara suara gemuruh pria didalamnya, Raisa tak berhenti mencari tahu dengan segala metode penelitian. Raisa seorang wanita jurusan Psikologi di UGM jogjakarta. Banyak hal yang dia pelajari disana, salah satunya Teori Psikoanalisa Sigmund Freud. Pada mulanya kasus Justin tak pernah dikenal publik namun nama dan kisah hidup justin dan rumah tua itu mulai menyebar saat teman kost Raisa menceritakan keunikan di desanya, dan kisah itu bermula dari seorang Pria misterius " Justin".
Justin dulu adalah teman saya isa, ujarnya memanggil teman kost nya itu.
Nama teman kecil Justin ini adalah Muna, dia dulunya sekelas dengan Justin diketahui didalam kelasnya dia periang. Cerah selalu menyinari wajah snah justin, namun semenjak kasus hilangnya satu anggota keluarga dirumah itu dan tak ada jejak apapun untuk diselidiki sang Justin jenius kami mulai diam dan termenung dalam kelas. Tak lama dikelasnya, selalu bolos dan menangisi kepergian dari anggota keluarganya.
Ya begitulah Justin kak, ujar Muna.
Justin sapaan yang selalu dikeluarkan oleh teman temanmu dan keluarganya, dulunya dia sangat mudah belajar, orang tuanya menerapakan disiplin ilmu padanya.
Namun sosok ibu dan ayah itu ketika tak lagi temani jalan hidupmu, Justin memilih sendiri dalam rumah tua itu..
Justin makan segala sesuatu yang bisa di makan, salah satunya adalah tikus.
Tiap hari justin terus menghabiskan waktu bersama imajinasinya.
Apa kabarmu mama, apa kabarmu bapa, tangisan kesedihan justin setiap paginya.
Dia mulai bicara sendiri, tertawa, menangis..
Sang reporter Raisa terlarut mendengar kisah Muna tentang Justin itu..
Diapun merasa ini masih ku usahakan dalam penyelidikannya apalagi dulu aku belajar tentang ilmu psikologi di kampusku UGM.
Setidaknya aku akan berusaha memecahkan masalah Justin dan membuatnya terlepas dari trauma Masa kalung, ujar Raisa untuk temanmu Muna...
Bersambung
Episode 2 :
Ya itulah potret hasil dari pengambilan foto sang reporter, Raisa, tiap kali melihat kondisi keberadaan rumah itu dan menyelami suara suara gemuruh pria didalamnya, Raisa tak berhenti mencari tahu dengan segala metode penelitian. Raisa seorang wanita jurusan Psikologi di UGM jogjakarta. Banyak hal yang dia pelajari disana, salah satunya Teori Psikoanalisa Sigmund Freud. Pada mulanya kasus Justin tak pernah dikenal publik namun nama dan kisah hidup justin dan rumah tua itu mulai menyebar saat teman kost Raisa menceritakan keunikan di desanya, dan kisah itu bermula dari seorang Pria misterius " Justin".
Justin dulu adalah teman saya isa, ujarnya memanggil teman kost nya itu.
Nama teman kecil Justin ini adalah Muna, dia dulunya sekelas dengan Justin diketahui didalam kelasnya dia periang. Cerah selalu menyinari wajah snah justin, namun semenjak kasus hilangnya satu anggota keluarga dirumah itu dan tak ada jejak apapun untuk diselidiki sang Justin jenius kami mulai diam dan termenung dalam kelas. Tak lama dikelasnya, selalu bolos dan menangisi kepergian dari anggota keluarganya.
Ya begitulah Justin kak, ujar Muna.
Justin sapaan yang selalu dikeluarkan oleh teman temanmu dan keluarganya, dulunya dia sangat mudah belajar, orang tuanya menerapakan disiplin ilmu padanya.
Namun sosok ibu dan ayah itu ketika tak lagi temani jalan hidupmu, Justin memilih sendiri dalam rumah tua itu..
Justin makan segala sesuatu yang bisa di makan, salah satunya adalah tikus.
Tiap hari justin terus menghabiskan waktu bersama imajinasinya.
Apa kabarmu mama, apa kabarmu bapa, tangisan kesedihan justin setiap paginya.
Dia mulai bicara sendiri, tertawa, menangis..
Sang reporter Raisa terlarut mendengar kisah Muna tentang Justin itu..
Diapun merasa ini masih ku usahakan dalam penyelidikannya apalagi dulu aku belajar tentang ilmu psikologi di kampusku UGM.
Setidaknya aku akan berusaha memecahkan masalah Justin dan membuatnya terlepas dari trauma Masa kalung, ujar Raisa untuk temanmu Muna...
Bersambung
Komentar
Posting Komentar